Beranda Blog Keagungan dan Kekuasaan: Sejarah Kerajaan Majapahit

Keagungan dan Kekuasaan: Sejarah Kerajaan Majapahit

32
0

Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Sebagai penerus Kerajaan Singasari, Majapahit menjadi pusat kekuasaan yang menguasai wilayah luas di Nusantara pada abad ke-14 hingga awal abad ke-16. Dalam pembahasan ini, kita akan melihat sejarah Kerajaan Majapahit, yang terkait erat dengan sejarah kerajaan Singasari yang mengantarnya ke puncak kejayaan.

Fondasi Awal: Dari Singasari ke Majapahit
Majapahit berasal dari Singasari, sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Timur pada awal abad ke-13. Raden Wijaya, menantu terdahulu Kertanegara dari Singasari, memimpin pemberontakan melawan Jayakatwang dari Kediri dan berhasil memenangkan kekuasaan atas Singasari pada tahun 1293. Namun, kekuasaan Raden Wijaya di Singasari terusik oleh perselisihan internal dan ancaman dari Mongol.

Untuk menghadapi ancaman Mongol, Raden Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol di bawah pimpinan Kubilai Khan. Namun, setelah Mongol berhasil menghancurkan Singasari pada tahun 1293, Raden Wijaya berkhianat dan melawan pasukan Mongol, membawa mereka ke jebakan dan berhasil mengalahkannya. Pada tahun 1294, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit dengan ibu kotanya di Trowulan, Jawa Timur, dan memulai masa keemasan bagi kerajaan baru tersebut.

READ  Eksplorasi Perjalanan Panjang: Sejarah Permainan Bola Basket

Kejayaan dan Ekspansi Majapahit
Di bawah kepemimpinan para raja seperti Hayam Wuruk (1350-1389) dan Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Gajah Mada, seorang patih atau perdana menteri yang legendaris, memimpin kebijakan ekspansi yang agresif, yang dikenal dalam prasasti Jiyu (1351) sebagai Sumpah Palapa. Dalam sumpah itu, Gajah Mada bersumpah tidak akan makan buah palapa (buah yang pahit) sebelum seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Dalam periode ini, Majapahit menguasai wilayah yang luas di Nusantara, termasuk Jawa, Sumatra, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan bagian dari Filipina. Kekuasaan Majapahit di wilayah tersebut tidak hanya berdampak politik, tetapi juga budaya, ekonomi, dan agama, dengan pengaruh kebudayaan Jawa menyebar ke seluruh kepulauan.

Kebudayaan Majapahit
Majapahit dikenal sebagai salah satu periode keemasan dalam sejarah Indonesia, terutama dalam bidang seni, sastra, dan arsitektur. Seni arsitektur Majapahit, terutama yang terlihat dalam candi-candi di Trowulan dan sekitarnya, menunjukkan keindahan dan kekuatan seni rupa Jawa pada masa itu. Contoh paling terkenal adalah Candi Penataran dan Candi Sukuh, yang menampilkan relief-relief yang indah dan maknawi.

READ  Sepak Bola: Membangun Jembatan antara Budaya

Selain arsitektur, sastra juga berkembang pesat pada masa Majapahit. Salah satu karya sastra terpenting dari masa itu adalah “Negarakertagama” karya Mpu Prapanca, yang merupakan deskripsi terperinci tentang keadaan Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Selain itu, kitab-kitab seperti “Serat Centhini” dan “Serat Menak” juga dihasilkan pada masa ini.

Runtuhnya Majapahit
Meskipun mencapai puncak kejayaan, Majapahit mengalami masa-masa kelam pada akhir abad ke-15. Perselisihan suksesi dan perpecahan di antara bangsawan-bangsawan keraton melemahkan kekuatan Majapahit. Selain itu, serangan dari luar oleh kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara, seperti Demak dan Gowa, semakin mengancam keberadaan Majapahit.

Pada tahun 1478, Majapahit mengalami serangan besar-besaran dari pasukan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah, dan ibu kota Majapahit di Trowulan dihancurkan. Banyak bangsawan Majapahit melarikan diri ke Bali, yang kemudian menjadi pusat kebudayaan Hindu di Nusantara. Meskipun runtuhnya ibu kota Majapahit menandai berakhirnya periode formal keberadaan kerajaan ini, pengaruh dan warisan budaya Majapahit tetap terasa di seluruh Nusantara.

READ  Lapangan Sepak Bola: Arena Olahraga yang Menyatu dengan Budaya

Warisan Majapahit dan Pengaruhnya
Warisan Majapahit sangat luas dan berpengaruh dalam sejarah dan budaya Indonesia. Bahasa Jawa dan aksara Jawa, yang digunakan oleh kerajaan Majapahit, tetap menjadi bahasa dan sistem penulisan yang penting di Jawa dan sekitarnya hingga saat ini. Selain itu, tradisi agama Hindu-Buddha yang dipraktikkan di Majapahit juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kebudayaan Jawa dan Bali.

Pengaruh Majapahit juga terlihat dalam bentuk seni dan arsitektur, dengan banyak peninggalan sejarah Majapahit yang masih dapat ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Candi-candi seperti Candi Panataran, Candi Sukuh, dan Candi Penataran adalah contoh dari keagungan seni arsitektur Majapahit yang masih bisa dinikmati hingga sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here